Mengenal Desil dalam DTSEN, Apa Artinya dan Siapa yang Masuk Desil 1 – 10

Istilah desil kembali menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah membahas rencana pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Dalam pembahasan pemerintah, kelompok desil 9 dan 10 menjadi salah satu sasaran yang dipertimbangkan untuk dibatasi dalam memperoleh subsidi Pertalite. Kebijakan tersebut belum langsung diterapkan karena pemerintah masih menyiapkan sistem dan mekanisme pelaksanaannya.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desil?

Desil adalah peringkat kesejahteraan

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penentuan kelompok tersebut tidak hanya melihat pendapatan. Sejumlah indikator yang diperhitungkan antara lain pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, penggunaan daya listrik, serta kepemilikan aset.

Berdasarkan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026, masyarakat dalam DTSEN dikelompokkan menjadi 10 tingkatan kesejahteraan.

Setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen populasi. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan kelompok tersebut. Sebaliknya, desil yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Pembagiannya adalah sebagai berikut:

Desil 1: 10 persen kelompok dengan kesejahteraan paling rendah.
Desil 2: kelompok 10–20 persen.
Desil 3: kelompok 20–30 persen.
Desil 4: kelompok 30–40 persen.
Desil 5: kelompok 40–50 persen.
Desil 6: kelompok 50–60 persen.
Desil 7: kelompok 60–70 persen.
Desil 8: kelompok 70–80 persen.
Desil 9: kelompok 80–90 persen.
Desil 10: 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Berpengaruh terhadap penyaluran bantuan

Data desil digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Kelompok dengan desil rendah umumnya memiliki prioritas lebih tinggi untuk sejumlah bantuan, meski kriteria penerima dapat berbeda antara satu program dan program lainnya.

Sebagai contoh, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) berada pada kelompok desil 1 sampai 4. Sementara bantuan sembako dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencakup kelompok desil 1 sampai 5 sesuai ketentuan program.

Karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah, posisi desil juga tidak bersifat tetap. Data dapat diperbarui secara berkala sehingga peringkat kesejahteraan seseorang atau keluarga bisa mengalami perubahan.

Masyarakat yang menilai data kesejahteraannya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial.

Pembaruan juga dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos dengan memanfaatkan fitur yang disediakan pemerintah.

Dengan demikian, desil bukanlah ukuran tunggal mengenai kaya atau miskinnya seseorang, melainkan hasil pengelompokan berdasarkan sejumlah indikator sosial dan ekonomi dalam DTSEN.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top